INFORMASI RESMI DESA
Profil Desa Waha
Mengenal lebih dekat identitas, sejarah, peta wilayah, visi misi, dan bagan perangkat desa.
Tentang Desa
Desa Waha terletak di pesisir utara Pulau Wangi-Wangi, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Desa pesisir ini dikenal luas sebagai salah satu pintu gerbang utama wisata bahari dan percontohan konservasi terumbu karang berbasis masyarakat di kawasan Taman Nasional Wakatobi.
Profil Wilayah dan Mata Pencaharian
Sebagian besar daratan Waha berbatasan langsung dengan Laut Banda. Lanskapnya didominasi oleh perumahan warga tepi pantai, rimbun pohon kelapa, serta hamparan pasir putih. Mayoritas penduduk setempat bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan pelaku sektor pariwisata bahari. Kehidupan sosial masyarakatnya kental dengan budaya maritim suku Wakatobi yang memegang teguh kearifan lokal dalam menjaga laut.
Daya Tarik Bahari
Pantai Waha: Pantai berpasir putih luas dengan air laut yang jernih dan gradasi biru toska. Pantai ini menjadi lokasi favorit warga dan wisatawan untuk menikmati panorama matahari terbenam.
Titik Selam Waha Wall: Salah satu situs selam paling terkenal di Wangi-Wangi. Terumbu karang berbentuk dinding vertikal membentang di dekat pantai, menawarkan pemandangan karang lunak, karang keras, serta keanekaragaman ikan karang yang melimpah.
Akses Snorkeling Mudah: Zona terumbu karang yang sehat berada sangat dekat dari garis pantai, memungkinkan kegiatan selam permukaan dilakukan langsung tanpa memerlukan perahu sewaan ke tengah laut.
Konservasi dan Keunikan Lokal
Desa Waha terkenal dengan inisiatif perlindungan laut berbasis desa melalui pembentukan kawasan perlindungan laut lokal. Melalui kesepakatan adat dan desa, area tertentu ditetapkan sebagai zona larang ambil agar populasi ikan dan ekosistem karang tetap lestari. Selain itu, di area tanjung desa ini berdiri mercusuar peninggalan era kolonial Belanda yang masih berfungsi sebagai navigasi kapal sekaligus penanda geografis kawasan tersebut.
Profil Kepala Desa
Kepala Desa Desa Waha
AAN AZHAR FIDIMAN, S.T.
Selamat datang di portal informasi resmi Desa Desa Waha. Kami siap melayani masyarakat secara maksimal.
Sejarah Desa
Asal-Usul dan Masa Kesultanan Buton Secara historis, Desa Waha merupakan salah satu permukiman tua di Pulau Wangi-Wangi yang tumbuh dari komunitas pesisir suku Tukang Besi (Wakatobi). Dahulu, wilayah Wakatobi berada di bawah naungan Kesultanan Buton sebagai wilayah pertahanan maritim dan penyedia armada laut. Posisi Waha di semenanjung utara menjadikannya titik strategis perlintasan kapal-kapal tradisional yang berlayar melintasi Laut Banda menuju Maluku maupun kepulauan di selatan.
Jejak Era Kolonial Letak geografis Waha yang menjorok ke perairan terbuka menarik perhatian pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20. Untuk memandu lalu lintas armada dagang dan militer di perairan timur Nusantara, Belanda mendirikan sebuah mercusuar besi di Tanjung Waha sekitar awal 1900-an. Keberadaan suar navigasi ini mengukuhkan Waha sebagai penanda batas laut penting dalam peta pelayaran kolonial, sekaligus menjadi peninggalan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga kini.
Perkembangan Administratif dan Budaya Seiring penataan administrasi pascakemerdekaan, Waha berkembang menjadi pusat permukiman yang padat. Masyarakat aslinya hidup berkelompok dalam ikatan kekerabatan maritim yang kuat, menjaga kearifan lokal dalam menangkap ikan dan memanfaatkan hasil laut. Pemekaran wilayah di era otonomi daerah kemudian membagi kawasan Waha menjadi beberapa unit desa administratif (seperti Waha, Waha Raya, dan Koroe Onowa), namun akar sejarah dan keterikatan sosial antarwarganya tetap bersumber dari satu identitas komunitas Waha tua.
Transformasi Konservasi Modern Tonggak sejarah penting Waha di era modern dimulai sejak ditetapkannya Kepulauan Wakatobi sebagai Taman Nasional pada tahun 1996 dan Cagar Biosfer UNESCO pada 2012. Masyarakat Waha menjadi salah satu pelopor perlindungan laut mandiri di Wakatobi. Warga bersama pemangku adat dan lembaga swadaya masyarakat bersepakat mendirikan kawasan konservasi perairan berbasis masyarakat, menghidupkan kembali etika adat menjaga terumbu karang, serta mengubah Waha dari sekadar desa nelayan menjadi pusat ekowisata bahari terdepan di Wangi-Wangi.
Visi & Misi Desa
π― Visi Desa
Mewujudkan Desa Waha yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis potensi perikanan dan pariwisata bahari berkelanjutan, berlandaskan nilai kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.
π Misi Desa
Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan usaha perikanan tangkap, budidaya ramah lingkungan, serta pengelolaan sektor ekowisata bahari berbasis komunitas.
1. Pelestarian Lingkungan dan Konservasi: Melindungi ekosistem pesisir dan terumbu karang melalui penguatan aturan kawasan perlindungan laut lokal bersama pemangku adat dan pemuda desa.
2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Mendorong kapasitas keterampilan warga di bidang pengelolaan wisata, teknologi perikanan, serta literasi digital untuk generasi muda desa.
3. Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Transparan: Meningkatkan mutu pelayanan administrasi desa yang cepat, akuntabel, dan mengutamakan partisipasi masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan.
4. Pelestarian Adat dan Nilai Budaya Maritim: Menjaga keharmonisan sosial serta memelihara nilai-nilai budaya dan kearifan lokal suku Wakatobi dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Peta & Batas Wilayah
Informasi batas wilayah belum diisi.
Struktur Organisasi Desa
Bagan Struktur Perangkat Desa
kepala desa
AAN AZHAR FIDIMAN
sekretaris
nuriati
bendahara
adrian
bendahara 2
adrian
seksi keamanan
ino